Cegah Serangan Stroke Mendadak Lawan Kebiasaan Ini!

- Rabu, 25 Januari 2023 | 11:44 WIB
Kenali serangan stroke secara mendadak (herminahospitals.com)
Kenali serangan stroke secara mendadak (herminahospitals.com)

URBANJAKARTA.COM – Saat ini stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan nomor satu di Indonesia, sebetulnya stroke itu apa dan bagaimana cara mencegahnya faktor-faktor apa yang sangat mempengaruhinya?

Dikutip dari kanal YouTube katadokter, Stroke itu adalah suatu keadaan sindroma klinis dimana terjadi gangguan aliran darah di otak.

Bisa terjadi karena sumbatan atau terjadi karena perdarahan yang memberikan gejala tergantung dari daerah otak yang terkena, terjadi mendadak tidak ada tanda-tanda sama sekali tapi langsung terjadi serangan.

Baca Juga: Viral Bayi 7 Bulan Diberi Minum Kopi sampai BAB 9 kali, Ibu : Cuma Pura-Pura Kotak Mas

Dampak strategis Stroke tergantung dari daerah otak mana yang mengalami gejala stroke, apabila terkena daerah motorik maka terjadi kelumpuhan.

Kalau ternyata kena gangguan daerah sensorik terjadi gangguan rasa kebas, kesemutan, baal bahkan sakit spontan.

Apabila terkena gangguan memori bisa terjadi lupa memendadak, apabila ternyata kena gangguan syaraf bicara jadi cadel dan pelo tergantung area otak mana yang terserang.

Faktor resiko stroke ini dibagi menjadi dua, yang pertama adalah faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi.

Baca Juga: Resep Jus Nanas yang Baik Untuk Kesehatan Wanita, Yuk Cobain dan Rasakan Manfaatnya!

Misalnya yang pertama adalah faktor genetik ada riwayat dari keluarga atau keturunan mengalami stroke, maka kemungkinan mengalami stroke lebih besar dibandingkan orang yang tidak memiliki resiko keluarkeluarga.

Yang kedua adalah usia, seiring bertambahnya usia maka kemungkinan terjadinya stroke lebih besar dibanding usia yang lebih muda.

Yang ketiga adalah jenis kelamin, jenis kelamin laki-laki lebih besar kemungkinan kena stroke pada usia produktif dibandingkan yang perempuan.

Baca Juga: Tahun Kelinci Air Merupakan Tahun Yang Menjadi Tahun Penuh Kewaspadaan

Kemudian yang keempat adalah orang yang pernah kena stroke sebelumnya akan lebih besar kemungkinan kena stroke.

Dari penelusuran Urban Jakarta, orang dengan hipertensi bisa diobati, orang dengan diabetes mellitus bisa dikontrol dan orang dengan kolesterol tinggi bisa dikendalikan.

Orang dengan merokok, minum-minuman alkohol, kekentalan darah banyak sekali dari gaya hidup yang bisa dicegah untuk menghindari terjadinya stroke.

Untuk mencegah faktor resiko yang bisa dimodifikasi adalah life style atau gaya hidup, gaya hidup ini paling sering karena pola makan.

Baca Juga: Tanggapan Sule Soal Nafkah Azzam Hingga Kabar Rujuk Dengan Nathalie Holscher

Malas bergerak adalah yang paling sering menyebabkan penyakit-penyakit yang berakibat ke stroke, sehingga untuk mencegah nya harus menjaga pola makan.

Menjaga pola makan yang rendah karbohidrat dan rendah lemak, usahakan konsumsi serat dan buah-buahan yang cukup banyak karena ini berkaitan dengan sindroma metabolik.

Sindrom metabolik itu adalah orang yang memiliki pola makan yang tidak bagus, akan menyebabkan obesitas sentral atau gemuk di daerah perut.

Penelitian mengatakan bahwa orang yang memiliki obesitas sentral kemungkinan terkena stroke lebih besar, jadi kita harus menjaga pola makan, makanan yang dikonsumsi benar-benar memang harus dibakar .

Jangan sampai terjadi penumpukan kalori yaitu caranya dengan olahraga dan sempatkan bergerak.

Orang yang memiliki kolesterol tinggi itu rawan terkena stroke tapi bukan kolesterol yang mendadak, kolesterol ini terjadi karena penumpukan akumulasi.

Jadi kalau kolesterolnya ini tinggi dalam jangka waktu lama akan menyebabkan penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah terutama pembuluh darah yang rusak.

Pembuluh darah yang rusak ini terjadi penumpukan, lama-lama menutup aliran darah, di sinilah terjadinya stroke.

Makanan yang harus dihindari untuk mencegah resiko stroke yang pertama adalah makanan yang mengandung kadar garam tinggi, karena karena garam yang tinggi ini menyebabkan peningkatan dari tekanan darah.

Kadar garam tinggi ini sering terdapat pada makanan makanan cepat saji, makanan makanan berpengawet, meskipun rasanya tidak asin tapi memiliki kadar garam atau natrium yang tinggi.

Makanan yang tinggi lemak misalnya makanan-makanan yang mengandung santan bisa menyebabkan kadar kolesterol yang meningkat, tapi tentunya kadar kolesterol meningkat saja tidak cukup untuk menyebabkan stroke secara langsung tapi harus dalam jangka waktu lama dan terjadi kerusakan pembuluh darah.

Apabila seseorang mengalami serangan stroke maka ada beberapa tanda yang dirasakannya yang pertama adalah seorang ini mulutnya miring kemudian gerakan-gerakannya menjadi asimetris terjadi kelumpuhan.

Tidak bisa bergerak pada sisi tubuh sebelah kanan tangan dan kaki, bicaranya ini tiba-tiba menjadi cadel atau tiba-tiba menjadi sulit untuk berbicara atau bicaranya menjadi ngaco sehingga orang yang mendengar tidak bisa memahami pembicaraannya.

Penyebab lain nya adalah kebas-kebas atau kesemutan, jadi orang yang mengalami kesemutan mendadak pada sebelah sisi tubuh merupakan kemungkinan terkena stroke.

Rabun pada sisi mata yang muncul mendadak dan sakit kepala hebat yang muncul mendadak ini adalah tanda dari serangan stroke dan apabila terjadi segera bawa ke rumah sakit.

Dari pantauan Urban Jakarta, apabila seseorang terkena stroke tidak ada yang bisa dilakukan di rumah karena maka harus dibawa ke rumah sakit.

Selain itu kalau terjadi serangan stroke jangan pernah melakukan tusuk jari dan jangan diberi minum karena bisa terjadi tersedak, bisa terjadi kelumpuhan dari otot menelan yang mengakibatkan mungkin stroke nya tidak seberapa tapi pemberian minumnya ini akan memberikan radang paru yang hebat sehingga berakibat fatal.

Ketika di rumah sakit dokter akan mengkonfirmasi stroke dan diketahui jenisnya apakah perdarahan atau sumbatan.

Apabila dilakukan dengan cepat kurang empat setengah jam dari sejak kejadian sampai masuk rumah sakit maka kemungkinan sembuh sempurnanya jauh lebih besar dan angka kecacatannya akan menjadi jauh lebih kecil. ***

 

Editor: Liony A.D

Sumber: herminahospitals.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tipe Orang saat Marah, Kamu Tipe yang Mana?

Senin, 30 Januari 2023 | 14:47 WIB

Mata dan kulit menguning waspadai muncul batu empedu

Senin, 30 Januari 2023 | 14:31 WIB

Tips berlari di udara dingin ala Melanie Putria

Senin, 30 Januari 2023 | 14:09 WIB

Mau filler hidung? Hindari filler yang seperti ini

Senin, 30 Januari 2023 | 14:02 WIB
X