Usung Tema 'Nilai Pancasila dan Toleransi', Ponpes PPTQ Ulul Albab Sukoharjo Jalin Kerjasama dengan Kemenag

- Jumat, 23 September 2022 | 14:59 WIB
Usung Tema 'Nilai Pancasila dan Toleransi', Ponpes PPTQ Ulul Albab Sukoharjo Jalin Kerjasama dengan Kemenag
Usung Tema 'Nilai Pancasila dan Toleransi', Ponpes PPTQ Ulul Albab Sukoharjo Jalin Kerjasama dengan Kemenag

SUKOHARJO - Indonesia adalah negara persatuan dengan kepulauan, adat istiadat, budaya dan agama yang begitu beragam. Hal tersebut patut disyukuri, karena sejauh ini Indonesia masuk dalam negara dengan tingkat toleransi yang tinggi.

Seperti yang disampaikan Ka Kemenag Kab. Sukoharjo, Drs. H. Muh. Mulai, M. PdI pada saat menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan di Ponpes PPTQ Ulul Albab, Glodog, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurutnya, kita wajib bersyukur dimana Indonesia adalah Negara persatuan meskipun banyak pulau, adat istiadat, budaya dan agama serta ada ada 6 agama yang diakui di Indonesia salah satunya adalah agama Islam.

Baca Juga: Lagu Cinta Terbaik dari THE 1975 I'm In Love With You

Dijelaskannya, belajar tentang Islam harus dilakukan secara menyeluruh, artinya jangan hanya bagian tertentu saja atau sepotong-sepotong serta tidak salah menafsirkan pemahaman dan tidak menyalahkan orang lain termasuk bagi umat agama yang berbeda.

"Alqur'an harus dipedomani dan diamalkan dengan baik dalam setiap sendi kehidupan, dengan adanya kecintaan maka akan timbul sikap saling menghormati," ucap Muh. Mulai, pada Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dengan tema 'Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila dan Toleransi Untuk Menciptakan Wasathiyah Menuju Ridho Allah Ta'alaTa'ala,' Jum'at, 23 Sep 2022, di Ponpes PPTQ Ulul Albab, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sehingga, lanjutnya, cukup prihatin dengan adanya beberapa informasi yang saat ini viral, dimana faktanya ada kasus kekerasan/penganiayaan di Ponpes santri yang dilakukan oleh senior dan yunior hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Menurutnya, Ponpes seharusnya mengadopsi Ponpes ramah anak, perlu komitmen bersama bahwa kekerasan di Pondok yang pernah ada, maka kasus kekerasan ini jangan sampai terulang. Jangan sampai senior memperkusi yunior, contohnya senior memperkusi/bulying ke santri yunior.

"Kita harus membangun budaya santri patuh kepada Kyai, santri selama didalam harus mentaati tata tertib Ponpes begitu juga setelah keluar agar bisa mentaati peraturan masyarakat, bagian dari upaya agar bisa mewujudkan Program Pesantren Ramah Anak,"

Halaman:

Editor: Nadiza Nur Arsy Mosa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Keunggulan Kuliah di Universitas STAN, Mari Simak!

Jumat, 2 Desember 2022 | 08:26 WIB
X